4 Penyebab Terjadinya Gempa Bumi Menurut Ilmu Geografi | Biasa Membaca -->

4 Penyebab Terjadinya Gempa Bumi Menurut Ilmu Geografi

Berdasarkan penyebabnya gempa bumi dapat terjadi akibat 1) Runtuhnya gua-gua dalam bumi, 2) Tabrakan (impack), 3) Peledakan gunung api, dan 4) Kegiatan tektonik. 
1. Runtuhnya Gua-gua dalam Bumi
Dugaan para ahli tempo dulu, bahwa gempa bumi terjadi akibat runtuhnya gua-gua raksasa yang terdapat di dalam bumi. Dugaan itu sama sekali tidak benar, sebab keruntuhan seperti itu tidak pernah ada.

Kalau saja terjadi keruntuhan di dalam bumi, hal itu hanya mungkin pada daerah pertambangan bawah tanah (under ground), penggalian batu kapur dan sejenisnya. Akan tetapi keruntuhan yang terjadi hanya dapat menimbulkan getaran bumi yang sangat kecil dan bersifat setempat (lokal) kekuatannya berkisar anatara 2 hingga 3 pada Skala Richter.

2. Tabrakan (Impack)

Awalnya banyak juga yang percaya bahwa gempa bumi disebabkan adanya meteor atau shooting star yang menabrak bumi pada tahun 1908 di Rusia. Suatu bintang beralih (meteor) jatuh dan mengakibatkan terjadinya lubang yang sangat besar menyerupai sebuah kawah. Walaupun gelombang tekanan akibat jatuhnya meteor tersebut tercatat sampai ke Kota London di Inggris, akan tetapi efeknya sama sekali tidak terekam pada alat pencatat getaran gempa bumi (seismograf). Ini berarti getaran yang ditimbulkan akibat tabrakan meteor dengan bumi kekuatannya sangat kecil sekali. Lagi pula tabrakan yang demikian sebenarnya sangat jarang terjadi di bumi.
4 Penyebab Terjadinya Gempa Bumi Menurut Ilmu Geografi
Kawah di Arizona, USA yang terjadi akibat jatuhnya meteor.
 3. Peledakan Gunung api

Aktivitas gunung api dapat menimbulkan gempa bumi yang dinamakan gempa bumi vulkanik. Gempa bumi ini terjadi baik sebelum, selama, maupun setelah peledakan suatu gunung api. Penyebabnya adalah akibat terjadinya persentuhan antara magma dengan dinding gunung api dan tekanan gas pada peledakan yang sangat kuat atau perpindahan magma secara tiba-tiba di dalam dapur magma.

Gempa bumi vulkanik sebenarnya kekuatannya sangat lemah dan hanya terasa di wilayah sekitar gunung api yang sedang aktif saja. Dari seluruh gempa bumi yang terjadi, hanya 7% saja yang termasuk gempa-bumi vulkanik. Kendatipun demikian kerusakan atau efek yang ditimbulkannya cukup luas, sebab gempa bumi vulkanik biasanya disertai pula dengan kemungkinan akan meletusnya suatu gunung api.

Berdasarkan kedudukan sumber gempanya (posisi kegiatan magma), maka dapat dibedakan menjadi empat jenis gempa bumi vulkanik :
a. Gempa bumi Vulkanik Dalam
Kedalaman sumber gempanya antara 2 sampai 30 km. Gempa-bumi ini banyak persamaannya dengan gempa bumi tektonik, terutama mengenai gempa susulannya (after shocks). Terjadi pada saat menjelang letusan suatu gunung api, atau sebagai pertanda bahwa suatu gunung api tengah mulai aktif.

b. Gempa bumi Vulkanik Dangkal
Sumber gempanya terletak pada kedalaman kurang dari 2 km. Jenis ini timbul pada saat mendekati terjadinya letusan, selama ber-langsungnya letusan, dan setelah letusan itu sendiri berakhir.
c. Gempa bumi Ledakan
Gempa bumi ini terjadi sehubungan dengan tengah berlangsungnya ledakan suatu gunung api. Sumber gempanya sangat dangkal, kurang dari 1 kilometer.

d. Getaran Vulkanik atau Tremor
Getaran atau tremor vulkanik terjadi terus menerus sehingga menciptakan suana tidak tenang. Sumber gempanya terletak dari mulai kedalaman 30 kilometer sampai permukaan.

Gempa bumi dangkal dan gempa bumi ledakan bila terjadi terus menerus dengan selang waktu hanya beberapa detik dapat menyebabkan getaran vulkanik (tremor). Pada gunung api berbatuan basalt, getaran vulkanik terasa lebih kuat karena sifat batuannya sangat peka terhadap rambatan gelombang.

4. Kegiatan Tektonik

Gempa bumi yang banyak terjadi dan mempunyai efek sangat serius sebenarnya berasal dari kegiatan tektonik, yaitu mencakup 90% dari seluruh kejadian gempa bumi. Gempa bumi ini berhubungan dengan kegiatan gaya-gaya tektonik yang tengah terus berlangsung dalam proses pembentukan gunung-gunung, terjadinya patahan-patahan batuan (faults) dan tarikan atau tekanan dari pergerakan lempenglempeng batuan penyusun kerak bumi.

Gempa bumi tektonik disebabkan oleh pelepasan tenaga yang terjadi karena pergeseran lempengan plat tektonik. Teori dari tektonik plate (plat tektonik) menjelaskan bahwa kulit bumi atau litosfer yang menutupi permukaan bumi keadaanya tidak utuh, melainkan terpecah-pecah berbentuk lempeng, yang satu sama lain bergerak saling menjauh, bertumbukan dan ada juga yang saling berpapasan. Lapisan tersebut begerak perlahan sehingga berpecah-pecah dan bertabrakan satu sama lainnya. Gerakan litosfer tersebut diakibatkan oleh adanya gerakan astenosfer yang sifatnya cair kental. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya gempa tektonik.

Gempa bumi tektonik memang unik. Peta penyebarannya mengikuti pola dan aturan yang khusus dan menyempit, yakni mengikuti polapola pertemuan lempeng-lempeng tektonik yang menyusun kerak bumi. Dalam ilmu kebumian (geologi), kerangka teoretis tektonik lempeng merupakan postulat untuk menjelaskan fenomena gempa bumi tektonik yang melanda hampir seluruh kawasan, yang berdekatan dengan batas pertemuan lempeng tektonik.

selanjutnya : Istilah Dan parameter Yang Berkaitan Dengan Gempa Bumi

4 Penyebab Terjadinya Gempa Bumi Menurut Ilmu Geografi Rating: 4.5 Diposkan Oleh: khadhika

1 komentar:

  1. Terimakasih infonya, sangat menambah wawasan http://bit.ly/2o9Kvb9

    BalasHapus

BERLANGGANAN GRATIS

Silahkan masukan e-mail anda untuk mendapatkan kiriman materi pelajaran terbaru dari biasamembaca.blogspot.com gratis langsung ke e-mail anda

Dikirim oleh biasamembaca.com