Stratifikasi Sosial Masyarakat Hortikultur Intensif | Biasa Membaca -->

Stratifikasi Sosial Masyarakat Hortikultur Intensif

Aktivitas bertani masyarakat hortikultur intensif tidak jauh berbeda dengan masyarakat hortikultur sederhana. Keduanya masih melakukan perladangan secara berpindah-pindah. Perbedaannya hanya sedikit, yaitu pada periode kosong lahan yang diperpendek sekitar 5 sampai 6 tahun. Untuk menambah kesuburan tanah, masyarakat hortikultur intensif mulai menggunakan pupuk kandang atau humus. Tanah digemburkan dengan dicangkul bahkan menggunakan bajak yang ditarik hewan. Periode kosong bagi lahan pertanian yang sementara ditinggalkan menye-babkan lahan kembali menjadi subur. Juga tidak menjadikan lahan sebagai hutan sekunder, melainkan sebagai semak belukar (dalam bahasa Sunda disebut reuma). 

Stratifikasi Sosial Masyarakat Hortikultur Intensif

Pada masyarakat hortikultur intensif mulai muncul stratifikasi sosial. Setiap orang berhak untuk mendapatkan kedudukan yang lebih tinggi dari sebelumnya, tergantung pada usaha dan keberhasilan yang dicapai. Akibatnya ketidaksamaan sosial semakin jelas terutama dalam hal pendapatan dan kekayaan yang dimiliki warga masyarakat. Spesialisasi pekerjaan atau pertukangan sudah ada terutama yang berhubungan dengan pertanian seperti, pandai besi, pawang hujan, pembuat kerajinan, pembuat gula aren, dukun beranak dll. Stratifikasi sosial masyarakat holtikultur intensif pada dasarnya terdiri dari: 


a. Penguasa, sebagai pemimpin yang mengatur kehidupan masyarakat, menanamkan pentingnya nilai dan norma untuk menjaga tata kehidupan dan kesinambungan masyarakat. Seseorang yang memiliki kekuasaan, akan memiliki hak istimewa dan dapat diturunkan, seorang penguasa dianggap sebagai pelindung masyarakat. Ia juga dianggap bisa menyelesaikan masalah yang terjadi (sengketa tanah, warisan, atau pertengkaran antar warga), dan sebagai tempat mencari bantuan kebutuhan hidup warganya;

b. Sub-penguasa, menjaga dan mengawasi masyarakat agar sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku. Mereka yang menjadi sub-penguasa umumnya memiliki hubungan kekerabatan (sedarah) dengan pemimpin masyarakat. Sub-penguasa membantu pekerjaan yang tidak dapat ditangani penguasa;

c. Massa, masyarakat sebagai bagian dari kehidupan sosial di lingkungan mereka berada. Mereka harus hormat, tunduk dan patuh kepada pemimpinnya. Ketidaksamaan sosial dalam kehidupan mereka sudah nampak dengan ada-nya perbedaan status sosial, kekuasaan, pakaian, perhiasan, pola komsumsi barang dan jasa. Juga keterlibatan seseorang dalam produksi, dan pembagian waktu da-lam kehidupan (hari-hari untuk rekreasi, hari kerja, dsb.). Dengan demikian, stratifikasi sosial nampak pada kehidupan masyarakat hortikultur intensif.

Stratifikasi Sosial Masyarakat Hortikultur Intensif Rating: 4.5 Diposkan Oleh: khadhika

0 komentar:

Posting Komentar

BERLANGGANAN GRATIS

Silahkan masukan e-mail anda untuk mendapatkan kiriman materi pelajaran terbaru dari biasamembaca.blogspot.com gratis langsung ke e-mail anda

Dikirim oleh biasamembaca.com